Di sebuah Kampung bernama Kampung Kamoncom terdapat
2 tetangga yang sama-sama berprofesi sebagai pedagang, Ibu Sri sebagai pedagang
warung Bakso dan Ibu Ati sebagai pedagang oncom. Dagangan bakso Ibu Sri memang
selalu laris sedangkan dagangan oncom Ibu Ati selalu tidak laku. Hal itupun
membuat Ibu Ati iri hati kepada Ibu Sri.
Ibu
Sri : “Alhamdulillah hari ini
dagangan laku keras”
Ibu
Ati : “Kenapa sih
daganganku tidak laku seperti dagangan Ibu Sri ?”
Mendengar keluhan Ibu Ati, Bu Ustad pun menasihati
Ibu Ati
Bu
Ustad : “Rezeki itu udah diatur
ama Allah SWT. Jadi kita harus
tawakkal”
Ibu
Ati : “Tawakkal.
Emang tawakkal bisa buat dagangan laku ?”
Bu
Ustad : “Astagfirullah ingat bu,
ishtigfar bu”
Ibu
Ati : “Astaga pak ustad
mending ceramah di masjid aja deh”
Bu
Ustad : “Ingat setiap perbuatan
ada ganjarannya”
Ibu
Ati : “Halah,
jangan banyak omong(memalingkan wajah)”
Pada malam harinya Ibu Ati memikirkan cara agar
dagangan Ibu Sri pengunjung.
Ibu
Ati : “Bagaimana
caranya agar dagangan Ibu Sri sepi? Oh ya aku ada
ide. Bagaimana kalau ada pelanggan Ibu Sri
keracunan makanan
kan. Seru juga tuh ? Kalau begitu aku minta
tolong aja ama
adikuu. Dia kan cantik kalau orang
keracunannya cantik pasti
banyak yang nolong”
Keesokkan harinya adik Ibu Ati bernama Dwi datang ke
kampung Kamoncom dengan tujuan membantu kakaknya untuk membuat dagangan Ibu Sri
sepi pembeli dengan berpura-pura keracunan makanan.
Dwi : “Permisi bu”
Ibu
Sri : “Iya dek. Ada yang bisa dibantu
?”
Dwi : “Saya mau pesan 1 bakso
telur”
Ibu
Sri : “Makan disini atau
bungkus”
Dwi : “Makan disini aja bu”
Ibu
Sri : “Ok ditunggu ya”
Dwi : “Ok”
5 menit kemudian. Datanglah pak RT yang ingin makan
mie ayam terkejut melihat seorang wanita cantik.
Pak
RT : “Waduh ada bidadari
ini(sambil duduk). Ibu Sri 1 mie ayam
Bakso telur jangan lupa pakek pedes”
Ibu
Sri : “Ok pak. Nggak sekalian
sama kopinya pak?”
Pak
RT : “Kopi? Boleh-boleh aja. Eh
ada gadis cantik namanya siapa?”
Dwi : “Nama saya Dwi”
Pak
RT : “Saya adalah RT disini.
Tau gak beda stand up comedy sama
Kamu itu apa?”
Dwi : “Apaan bedanya pak?”
Pak
RT : “Kalau stand up comedy
menghibur orang kalau kamu menghibur
Hatiku”
Ibu
Sri : “Maaf Pak RT ini Mie
ayamnya dan ini baksonya dek”
Pak RT dan Dwi menyantap makanan mereka
masing-masing. Akan tetapi tiba-tiba Dwi pura-pura pingsan agar terlihat
seperti orang keracunan makanan. Pak RT dan warga sekitar yang kebetulan
melihat Dwi yang terbujur kaku mulai melakukan tindakan anarkis karena tidak
tega melihat wanita cantik keracunan makanan.
Warga
1 : “Hei Bu Sri. Ibu apakan
wanita cantik ini”
Warga
2 : “Kami tahu kalau ibu itu
janda dan sudah tak muda lagi tapi
Jangan melakukan tindakan seperti ini”
Ibu
Ati : “ Ya ampun kenapa
ini? Dek bangun dek. Tidak”
Warga
3 : “Emang dia ini siapa Ibu ?”
Ibu
Ati : “Dia adik
saya pak. Pak tolong bawa adik saya kerumah sakit.
Dan balaskan dendam saya pada Ibu Sri”
Warga
1 : “Baiklah semuanya ayo
serang. Bakar”
Para
warga : “Serang ayo pak RT serang”
Pak
RT : “AYO”
Pak
Ustad : “Eh ada apa ini ?
ingat-ingatlah saudara sekalian jangan anarkis”
Warga
1 : “Gimana nggak anarkis? Ibu
Sri sudah meracuni wanita cantik”
Ibu
Ati : “Eh
pak(mendekat dan memberikan amplop dengan diam-diam)”
Pak
Ustad : “Kalau begitu lanjakkelah”
Para
warga : “Let’s go everybody”
Tanpa disangka datanglah 3 orang pemuda yang datang
msiterius yang bernama “THE SHIELD”
Danish : “Tunggu sebentar”
Pak
Ustad : “Ada apa nak? Kami baru saja
memulai pesta”
Shiddiq : “Apa kau sudah kehilangan akal
sehat pak ustad?”
Pak
Ustad : “Jangan bicara konyol nak.
Aku ustad orang cerdas disini”
Rayhan : “Anda bilang anda berilmu tapi
tindakanmu seperti orang gila”
Pak
Ustad : “Jaga ucapanmu nak”
Pak
RT : “Apa begini kalian
diajarkan bertata kerama ?”
Danish : “Kami memang terlihat nakal
sekarang tapi kami adalah pembela
Keadilan dan kami hanya takut pada Allah
SWT dan tak akan
Tergiur dengan uang”
Shiddiq : “Kami walaupun muda tapi kami tak
akan goyah karna uang”
Rayhan : “Lebih baik kita cek dirumah sakit
jikalau ia memang keracunan
Maka penggallah kepala kami”
Warga
2 : “Kenapa kalian begitu yakin
?”
Danish : “Karena Allah SWT akan melindungi
hamba yang tak bersalah”
Akhirnya para warga membawa Dwi kerumah sakit dan
memeriksa apakah benar Dwi mengalami keracunan makanan atau tidak. Ternyata
setelah hasil pemeriksaan dokter, Dwi tidak mengalami keracunan makanan.
Warga
3 : “Dasar kita dikerjain ama
dua kakak beradik”
Dwi dan Ibu Ati lari terbirit-birit seperti setan
yang lari karena mendengar suara adzan. Warga sekitar pun mulai mengejar Ibu
Ati dan Dwi. Akan tetapi sampai disuatu persampingan gang Ibu Ati dan Dwi
terjebak diantara pasukan warga dan THE SHIELD. Dan akirnya Ibu Ati dan Dwi
ingin dipukul oleh 2 kubu. Akan tetapi Ibu Sri dan THE SHIELD memperingatkan
warga untuk tidak menghabisi kedua orang tersebut.
Ibu
Sri : “Tunggu sebentar”
Warga
3 : “Ada apa lagi sekarang lah 2
kali dak jadi pesta”
Rayhan : “Lebih baik kita bawa saja ke
kantor polisi”
Warga
2 : “Ada bener juga itu”
Ketika ingin membawa Dwi dan Ibu Ati. Pak Ustad
karena takut terbawa kasus. Akan tetapi niat kabur sia-sia karena terkejar oleh
Danish.
Danish : “Mau lari kemana pak?”
Pak
Ustad : “Jangan banyak tanya. Ayo
maju sini kalau berani”
Akhirnya terjadi perkelahian antara Danish dan Pak
Ustad. Perkelahian itu dimenangkan oleh Danish dan Pak Ustad mengaku kalah. Dan
akhirnya Pak Ustad, Dwi dan Ibu Ati. Setelah lepas dari masa hukuman Ibu Ati
pun hijrah menjadi lebih baik dan menjadi ustadzah serta menjadi partner bisnis
dan menjadikan Kampung Kamoncom dikenal sebagai kampung “Bakso Oncom”. Karena
bakso oncom adalah makanan terlaris disana.
Komentar
Posting Komentar