Langsung ke konten utama

HIJRAHNYA PEDAGANG ONCOM



Di sebuah Kampung bernama Kampung Kamoncom terdapat 2 tetangga yang sama-sama berprofesi sebagai pedagang, Ibu Sri sebagai pedagang warung Bakso dan Ibu Ati sebagai pedagang oncom. Dagangan bakso Ibu Sri memang selalu laris sedangkan dagangan oncom Ibu Ati selalu tidak laku. Hal itupun membuat Ibu Ati iri hati kepada Ibu Sri.
Ibu Sri             : “Alhamdulillah hari ini dagangan laku keras”
Ibu Ati                        : “Kenapa sih daganganku tidak laku seperti dagangan Ibu Sri ?”
Mendengar keluhan Ibu Ati, Bu Ustad pun menasihati Ibu Ati
Bu Ustad         : “Rezeki itu udah diatur ama Allah SWT. Jadi kita harus
                            tawakkal”
Ibu Ati                        : “Tawakkal. Emang tawakkal bisa buat dagangan laku ?”
Bu Ustad         : “Astagfirullah ingat bu, ishtigfar bu”
Ibu Ati                        : “Astaga pak ustad mending ceramah di masjid aja deh”
Bu Ustad         : “Ingat setiap perbuatan ada ganjarannya”
Ibu Ati                        : “Halah, jangan banyak omong(memalingkan wajah)”
Pada malam harinya Ibu Ati memikirkan cara agar dagangan Ibu Sri pengunjung.
Ibu Ati                        : “Bagaimana caranya agar dagangan Ibu Sri sepi? Oh ya aku ada
                            ide. Bagaimana kalau ada pelanggan Ibu Sri keracunan makanan
                           kan. Seru juga tuh ? Kalau begitu aku minta tolong aja ama
                           adikuu. Dia kan cantik kalau orang keracunannya cantik pasti
                           banyak yang nolong”
Keesokkan harinya adik Ibu Ati bernama Dwi datang ke kampung Kamoncom dengan tujuan membantu kakaknya untuk membuat dagangan Ibu Sri sepi pembeli dengan berpura-pura keracunan makanan.
Dwi                 : “Permisi bu”
Ibu Sri             : “Iya dek. Ada yang bisa dibantu ?”
Dwi                 : “Saya mau pesan 1 bakso telur”
Ibu Sri             : “Makan disini atau bungkus”
Dwi                 :  “Makan disini aja bu”
Ibu Sri             : “Ok ditunggu ya”
Dwi                 : “Ok”
5 menit kemudian. Datanglah pak RT yang ingin makan mie ayam terkejut melihat seorang wanita cantik.
Pak RT            : “Waduh ada bidadari ini(sambil duduk). Ibu Sri 1 mie ayam
                            Bakso telur jangan lupa pakek pedes”
Ibu Sri             : “Ok pak. Nggak sekalian sama kopinya pak?”
Pak RT            : “Kopi? Boleh-boleh aja. Eh ada gadis cantik namanya siapa?”
Dwi                 : “Nama saya Dwi”
Pak RT            : “Saya adalah RT disini. Tau gak beda stand up comedy sama
                            Kamu itu apa?”
Dwi                 : “Apaan bedanya pak?”
Pak RT            : “Kalau stand up comedy menghibur orang kalau kamu menghibur
                            Hatiku”
Ibu Sri             : “Maaf Pak RT ini Mie ayamnya dan ini baksonya dek”
Pak RT dan Dwi menyantap makanan mereka masing-masing. Akan tetapi tiba-tiba Dwi pura-pura pingsan agar terlihat seperti orang keracunan makanan. Pak RT dan warga sekitar yang kebetulan melihat Dwi yang terbujur kaku mulai melakukan tindakan anarkis karena tidak tega melihat wanita cantik keracunan makanan.
Warga 1           : “Hei Bu Sri. Ibu apakan wanita cantik ini”
Warga 2           : “Kami tahu kalau ibu itu janda dan sudah tak muda lagi tapi
                            Jangan melakukan tindakan seperti ini”
Ibu Ati                        : “ Ya ampun kenapa ini? Dek bangun dek. Tidak”
Warga 3           : “Emang dia ini siapa Ibu ?”
Ibu Ati                        : “Dia adik saya pak. Pak tolong bawa adik saya kerumah sakit.
                            Dan balaskan dendam saya pada Ibu Sri”
Warga 1           : “Baiklah semuanya ayo serang. Bakar”
Para warga      : “Serang ayo pak RT serang”
Pak RT            : “AYO”
Pak Ustad       : “Eh ada apa ini ? ingat-ingatlah saudara sekalian jangan anarkis”
Warga 1           : “Gimana nggak anarkis? Ibu Sri sudah meracuni wanita cantik”
Ibu Ati                        : “Eh pak(mendekat dan memberikan amplop dengan diam-diam)”
Pak Ustad       : “Kalau begitu lanjakkelah”
Para warga      : “Let’s go everybody”
Tanpa disangka datanglah 3 orang pemuda yang datang msiterius yang bernama “THE SHIELD”
Danish             : “Tunggu sebentar”
Pak Ustad       : “Ada apa nak? Kami baru saja memulai pesta”
Shiddiq           : “Apa kau sudah kehilangan akal sehat pak ustad?”
Pak Ustad       : “Jangan bicara konyol nak. Aku ustad orang cerdas disini”
Rayhan            : “Anda bilang anda berilmu tapi tindakanmu seperti orang gila”
Pak Ustad       : “Jaga ucapanmu nak”
Pak RT            : “Apa begini kalian diajarkan bertata kerama ?”
Danish             : “Kami memang terlihat nakal sekarang tapi kami adalah pembela
                            Keadilan dan kami hanya takut pada Allah SWT dan tak akan
                            Tergiur dengan uang”
Shiddiq           : “Kami walaupun muda tapi kami tak akan goyah karna uang”
Rayhan            : “Lebih baik kita cek dirumah sakit jikalau ia memang keracunan
                            Maka penggallah kepala kami”
Warga 2           : “Kenapa kalian begitu yakin ?”
Danish             : “Karena Allah SWT akan melindungi hamba yang tak bersalah”
Akhirnya para warga membawa Dwi kerumah sakit dan memeriksa apakah benar Dwi mengalami keracunan makanan atau tidak. Ternyata setelah hasil pemeriksaan dokter, Dwi tidak mengalami keracunan makanan.
Warga 3           : “Dasar kita dikerjain ama dua kakak beradik”
Dwi dan Ibu Ati lari terbirit-birit seperti setan yang lari karena mendengar suara adzan. Warga sekitar pun mulai mengejar Ibu Ati dan Dwi. Akan tetapi sampai disuatu persampingan gang Ibu Ati dan Dwi terjebak diantara pasukan warga dan THE SHIELD. Dan akirnya Ibu Ati dan Dwi ingin dipukul oleh 2 kubu. Akan tetapi Ibu Sri dan THE SHIELD memperingatkan warga untuk tidak menghabisi kedua orang tersebut.
Ibu Sri             : “Tunggu sebentar”
Warga 3           : “Ada apa lagi sekarang lah 2 kali dak jadi pesta”
Rayhan            : “Lebih baik kita bawa saja ke kantor polisi”
Warga 2           : “Ada bener juga itu”
Ketika ingin membawa Dwi dan Ibu Ati. Pak Ustad karena takut terbawa kasus. Akan tetapi niat kabur sia-sia karena terkejar oleh Danish.
Danish             : “Mau lari kemana pak?”
Pak Ustad       : “Jangan banyak tanya. Ayo maju sini kalau berani”
Akhirnya terjadi perkelahian antara Danish dan Pak Ustad. Perkelahian itu dimenangkan oleh Danish dan Pak Ustad mengaku kalah. Dan akhirnya Pak Ustad, Dwi dan Ibu Ati. Setelah lepas dari masa hukuman Ibu Ati pun hijrah menjadi lebih baik dan menjadi ustadzah serta menjadi partner bisnis dan menjadikan Kampung Kamoncom dikenal sebagai kampung “Bakso Oncom”. Karena bakso oncom adalah makanan terlaris disana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesam Ali Bin Abi Thalib

Pada zaman dahulu, Ali Bin Abi Thalib pernah memprediksi suatu kejadian di masa yang akan datang. Dan berikut ini adalah beberapa ucapan Khalifah yang sudah terjadi saat ini. Sumber : kabar-manten.com 1. Banyak Orang Baik Tapi Tak Berakal 2. Banyak Orang Fasih Berbicara Tapi Perbuatannya Lali 3. Ada Wanita 'Nakal' Tapi Menjadi Publik Figur 4. Banyak Ulama Tapi Tidak Bisa Memberikan Tauladan Yang Baik 5. Banyak Orang Bodoh Yang Tak Tau Diri 6. Ada Orang Tertawa Tapi Hatinya Berkarat 7. Dan Keimanan Yang Hanya Ada Dalam Pikiran Bukan Dalam Hati Sanubari

SHALAT DAN AL-QUR’AN SEBAGAI PENYELAMAT

Pada suatu kampung bernama Kampung Bina Anggun terdapat seorang Ibu yang bekerja diluar negeri bernama Atin. Ia mempunyai seorang anak perempuan bernama Ayu akan tetapi sebenarnya Ia bukanlah seorang manusia sungguhan. Hal tersebut diketahui oleh Aidil. Aidil adalah sahabat masa kecil Pak Ajis. Aidil                 : “Jis, aku ada berita tentang daerah Bina Anggun” Pak Ajis            : “Apaan?” Aidil                 : “Ada seorang gadis aneh dan dia berkata assaamu’alaik” Pak Ajis            : “Yang benar?” Aidil                 : “Bener Jis. Katanya dia mantan pasien Ustadzh Habl” Pak Ajis            :...

Pesan Malaikat Jibril

Malaikat Jibril alaihissalam datang kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam lalu berbicara kepada beliau dalam konteks beliau sebagai salah seorang hamba dari hamba-hamba ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala. Dengan demikian apapun yang disampaikan Jibril alaihissalam juga berlaku untuk semua hamba ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala. Jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam saja dinasehati dan diingatkan, maka bagaimana dengan manusia selain beliau?! Tentunya mereka lebih membutuhkan nasehat dan peringatan, mereka tidak bisa lepas dari keduanya. Dari Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, أَتَانِيْ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ ، ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُهٗ بِاللَّيْلِ ، وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ "Jibril mendatangi...