Pada suatu
kampung bernama Kampung Bina Anggun terdapat seorang Ibu yang bekerja diluar
negeri bernama Atin. Ia mempunyai seorang anak perempuan bernama Ayu akan
tetapi sebenarnya Ia bukanlah seorang manusia sungguhan. Hal tersebut diketahui
oleh Aidil. Aidil adalah sahabat masa kecil Pak Ajis.
Aidil :
“Jis, aku ada berita tentang daerah Bina Anggun”
Pak Ajis :
“Apaan?”
Aidil :
“Ada seorang gadis aneh dan dia berkata assaamu’alaik”
Pak Ajis :
“Yang benar?”
Aidil :
“Bener Jis. Katanya dia mantan pasien Ustadzh Habl”
Pak Ajis :
“Siapa itu Ustadzh Habl?”
Aidil :
“Ia adalah terapis terkenal didaerah itu dengan pengobatan mistis”
Setelah kejadian
tersebut kejadian tersebut Pak Ajis bertemu Dimas, Rizky dan Shiddiq yang
kebetulan berisitrahat di pondok dekat taman
Pak Ajis :
“Assalamualaikum anak-anak”
THE SHIELD :
“Walaikumussalam Pak”
Pak Ajis :
“Nish,Han,Diq kalian ada tugas
baru”
Shiddiq :
“Tugas apa Pak?”
Pak Ajis :
“Kalian datangi kampung Bina Anggun untuk mencari sesuatu?”
Danish :
“Mencari apa?”
Pak Ajis :
“Kalian cari ustadzh Habl”
Danish :
“Siapa dia Ustadzh?”
Pak Ajis :
“Dia adalah terapis”
Danish :
“Apa hubungannya?”
Pak Ajis :
“Dia melakukan pengobatan dengan hal mistis”
Danish :
“Jadi disana kami harus menjadi siapa?”
Pak Ajis :
“Kalian disana berpura-pura melakukan penelitian kajian islam”
THE SHIELD :
“Siap Pak”
Setelah itu
Dimas, Rizky, dan Shiddiq berdiskusi mengenai misi baru mereka tersebut.
Shiddiq :
“Sepertinya aku akan berpisah dengan Rahma”
Danish :
“Dasar Jomblo Ultimatum”
Rayhan :
“Ehhh. Udah”
Shiddiq :
“Lagian ngapain kita nangkep tukang terapis”
Rayhan :
“Mungkin ada hubungannya dengan kelompok Ustadzh Jahl”
Danish :
“Mungkin juga sih”
Akhirnya keesokan
harinya para anggota THE SHIELD berada di depan gerbang pesantren untuk memulai
misi mereka akan tetapi saat mereka ingin melangkah keluar tiba-tiba Ainur
datang untuk mengucapkan selamat jalan kepada THE SHIELD khususnya Shiddiq.
Rahma : “Ddiq. Hati-hati
ya”
Shiddiq :
“Kamu baik-baik ya disini urus ekstrakurikuler mu”
Rahma : “Siap Arsitek”
Shiddiq :
“Aku pergi dulu ya kak. Assalamualaikum”
Rahma :
“Walaikumussalam”
Setelah 10 Menit
THE SHIELD belum pergi. Ainur pun
bingung dan bertanya pada Shiddiq
Rahma : “Kenapa kalian
belum pergi?”
Shiddiq :
“Kami menunggu mobil GO-CAR kak”
Rahma : “Kok pakai
aplikasi Gojek nggak pakai Grab?”
Shiddiq :
“Wujud cinta produk karya anak bangsa”
Setelah 15 menit
kemudian mobil yang ditunggu pun sampai dan THE SHIELD melakukan perjalanan ke
daerah Bina Anggun.
Pada pukul 11.47
WIB THE SHIELD sampai pada Kampung Bina Anggun dan mulai mencari masjid
terdekat untuk melepaskan penat dan bersiap untuk shalat Dzuhur.
Tiba-tiba
ditengah perjalanan mereka bertemu dengan Ayu
Ayu :
“Assaamu’alaik”
Danish : “!?!?!?!?!?!?!?”
Rizky :
“!?!?!!?!??!?!?”
Ayu :
“!?!!??!?!?!?!?”
Ayu :
“Assaamu’alaik”
Danish : “!1?!?!?!??!?!??!?”
Ayu :
“Assaamu’alaik”
Danish : “!1?!?!?!??!?!??!?”
Ayu :
“Jawab OY SETAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
Shiddiq :
“Wa’alaikum”
Mereka pun
meninggalkan Ayu dan tiba-tiba terjatuh dan itu disaksikan oleh Dimas. Rizky
pun bertanya kepada Shiddiq mengapa ia menjawab salam gadis tersebut
Rayhan :
“Kenapa kamu jawab salam dengan ucapan yang berbeda”
Shiddiq :
“Aku pernah membaca artikel milik Rahma”
Danish :
“Apa isi artikel itu?”
Shiddiq :
“Di artikel itu berisi bahwa Anas bin Malik berkata “Ada seseorangYahudi
melewati Rasulullah S.A.W lalu mengucapkan Assaamu’alaik maka Rasulullah
menjawab wa’alaikum
Mereka pun menemukan sebuah Masjid bernama Masjid Darussalam dimana
mereka mendapati seorang pemuda. Lantas mereka bertanya kepada pemuda tersebut
Danish : “Assalamualaikum”
Kuncoro : “Waalaikumussalam. Ada yang bisa saya
bantu?”
Danish : “Apakah kamu penduduk sini?”
Kuncoro : “Kalau iya kenapa?”
Danish : “Kami bertiga
ingin melakukan penelitian di daerah ini. Kami membutuhkan penduduk sini untuk
menyukseskan penelitian yang kami adakan. Mungkin Mas mau ikut ambil bagian
dari penelitian ini”
Kuncoro :
“Maaf nih sebelumnya aku bukannya nggak mau tapi aku gak bisa ikut kelompok
kalian soalnya kalian itu cupu. Lagian juga saya bukan orang sini”
Danish : “Lalu anda
siapa?”
Kuncoro :
“Saya adalah pengendara bermotor yang kebetulan lewat”
Shiddiq :
“Anda berasal dari daerah mana?”
Kuncoro :
“Saya berasal dari daerah lain”
Shiddiq :
“Daerah lain itu dimana?”
Kuncoro :
“Kepo sekali anda. Apa hak anda untuk menanyakan hal itu?”
Danish : “Waduh ngajak
ribut loe”
Kuncoro :
“Ngapa loe? Ehhh.. Bocah Ngapak Yak?”
Danish : “Wahhh.. ngajak
ribut nih”
Rayhan : “Udah nish sabar mas ingat marah
tuh gak bagus”
Kuncoro :
“Sensi amat nih negro”
Rayhan : “Udah nish daripada kita
ngeladenin dia mending kita adzan”
Kuncoro :
“Bener juga tuh temen loe mending adzan bentar lagi Dzuhur”
Akhirnya
Adzan pun dikumandangkan oleh Rayhan sementara itu Danish, Shiddiq dan pemuda tersebut mengambil wudhu. Setelah adzan selesai
berkumandang datanglah Ketua RT daerah tersebut sambil menangis terharu karena
dapat mendengar adzan disusul dengan Pak Haji Nusyir tetapi Pak Haji tidak
menangis.
Akhirnya
mereka shalat berjamaah yang dipimpin oleh Pak Haji Nusyir Setelah selesai
shalat Pak Haji Nusyir dan Pemuda tersebut pergi akan tetapi Pak RT dan THE
SHIELD masih berada di masjid tersebut.
Danish : “Permisi bapak siapa ya?”
Pak RT : “Saya ketua RT disini. Kalian ini
siapa?”
Danish :
“Kami bertiga ingin melakukan penelitian di daerah ini. Kami membutuhkan
penduduk sini untuk menyukseskan penelitian yang kami adakan. Mungkin bapak
bisa membantu kami?
Pak RT :
“Dengan senang hati. Apa yang bisa saya bantu?”
Danish :
“Pak apakah kami diperbolehkan tinggal dimasjid ini karena kami bukan penduduk
sini dan apakah Bapak tahu dimana rumah Ustadzh Habl?”
Pak RT :
“Kalian boleh tinggal dimasjid ini dan rumah Pak Ustadzh Habl ada disina”
Lalu THE SHIELD menuju alamat rumah Ustadzh Habl yang diberikan oleh
Pak RT. Saat sampai terlihat Ustadzh Habl menggunakan baju sorban lengkap
diteras rumah dan mengucapkan salam
Ustadzh
Habl : “Assaamu’alaik”
THE SHIELD : “Wa’alaikum”
Ustadzh
Habl : “Wow kompak sekali”
Tiba-tiba Ustadzh Habl terjatuh dan langsung muntah-muntah. Melihat
hal itu THE SHIELD membantu ustadzh Habl tetapi ustadzh Habl jatuh pingsan
seketika. Dan akhirnya THE SHIELD lari dan hal itu dilihat Pak RT tetapi
Kuncoro yang mengenakan jaket ikut menyaksikan hal itu.
Setelah itu THE SHIELD ke masjid dan beristirahat. Tiba-tiba Pak RT
datang dan menanyakan mengapa Pak Habl terjatuh
Pak RT : “Kenapa Pak Ustadzh Habl
terjatuh?”
Rayhan : “Tadi dia
mengucapkan salam dan kami menjawab salam tersebut lalu Ia jatuh”
Shiddiq : “Pak RT apakah ada seorang gadis
aneh di daerah sini?”
Pak RT : “Ada namanya Ayu”
Danish : “Dimana ia tinggal?”
Pak RT : “Ia tinggal sekitar 125 meter dari
sini dirumah warna hitam”
Danish : “Bersama siapa ia tinggal”
Pak RT : “Ia dahulu dengan neneknya tapi
neneknya pindah karna uang”
Danish : “Bagaimana dengan orangtuanya?”
Pak RT : “Ia anak yatim dan Ibunya kerja
diluar negeri”
Rayhan : “Siapa imam
shalat tadi dan kenapa anda senang sekali mendengar suara adzan tadi?”
Pak RT :
“Ia adalah Pak Haji Nusyir. Alasan saya senang mendengar adzan karena saya
sudah lama tidak mendengar adzan di daerah ini”
Shiddiq :
“Kenapa bisa begitu?”
Pak RT :
“Karena adzan harus dikumandangkan oleh seseorang yang sudah mendapatkan izin
dari ustadzh Habl akan tetapi Ustadzh Habl jarang terlihat”
Keesokkan harinya THE SHIELD pergi ke pasar dekat Kampung Bina
Anggun. Sewaktu THE SHIELD pergi uang infaq dalam kotak amal masjid dicuri oleh
Ayu akan tetapi diketahui oleh Kuncoro. Kuncoro mengejar Ayu ketika hampir
berhasil menangkap tiba-tiba saja Ayu menghilang.
Ketika THE SHIELD kemabli dari pasar dan melihat kotak amal sontak
mereka pun bingung
Rayhan : “Bagaimana bisa pintu masjid yang
terkunci dapat terbuka?”
Danish : “Iya apalagi kotak amal
menghilang”
Shiddiq : “Bagaimana kalau kita tanya Pak
RT?”
Tiba-tiba warga datang bersama Ustadzh Habl dan langsung menggebrek
mereka bertiga tanpa bertanya apa-apa lagi.
Ustadzh
Habl : “Hei kalian bocah-bocah brengsek serahkan diri
kalian”
Rayhan : “Memangnya apa salah kami apa
pak?”
Ustadzh
Habl : “Jangan seperti kura-kura dalam
pesawat”
Danish : “Perahu oh dasar ustadzh gak
bener”
Ustadzh
Habl : “Jaga mulutmu dasar penghuni
neraka”
Shiddiq : “Memang neraka punya anda?”
Ustadzh Habl :
“Saya ini Ustadzh saya tau ciri
penghuni neraka.Apa hak anda menanyakan hal itu?”
Danish : “Kau bilang
neraka hak anda Iya gitu neraka diciptakan oleh Allah SWT dan yang memiliki hak
untuk menentukan yang mana penghuni surge dan neraka adalah Allah SWT semata
ngerti gak loe. Ustadzh Ngapa Yak”
Ustadzh
Habl : “Para warga sekalian ikat mereka
dan potong kepala mereka”
Pak RT : “Mereka bukan pencuri”
Ustadzh
Habl : “Apa buktinya”
Pak RT :
“Mereka tadi izin sama saya mereka ingin pergi kepasar pada jam 10 pagi dan
kejadiannya 10:15 pagi jadi tak mungkin mereka mencuri”
Akhirnya para warga bubar dan Ustadzh Habl pergi dengan perasaan
marah. Dan THE SHIELD berterima kasih kepada Pak RT
Selepas shalat Dzuhur THE SHIELD menanyakan sesuatu pada Pak RT
Danish : “Pak RT siapa sebenarnya Ayu dan
Pak Ustadzh Habl?”
Shiddiq : “Dan apa kaitan antara keduanya?”
Rayhan : “Dan mengapa Pak Ustadzh Habl
begitu ditakuti?”
Pak RT :
“Pak Ustadzh Habl adalah orang yang melakukan pengobatan spiritual didaeah ini.
Ia dikabarkan diberi mukjizat dapat menyembuhkan orang dengan beberapa cara
yang aneh tapi sembuh dan dapat membangkitkan orang yang mati serta dapat
mendapatkan kesaktian berupa ilmu kebal pisau. Dan Ayu adalah salah satu
pasiennya yang mendapatkan khasiat dari pengobatan”
Shiddiq : “Apa yang ustadzh Habl lakukan pada
Ayu?”
Pak RT :
“Ayu adalah anak dari Ibu Atin yang bekerja sebagai TKW di negeri melayu. Ayu
adalah anak Yatim. Ayu meninggal karena suatu insiden. Ayu yang saat itu masih
diasuh oleh neneknya. Karena merasa terpukul akhirnya Ibu Atin menangis terus
menerus dan akhirnya Ustadzh Habl melihat hal itu dan memberikan pertolongan.
Dan akhirnya Pak Ustadzh Habl dan Ibu Atin datang ke kubur Ayu dan mengucapkan
beberapa mantra dan akhirnya Ayu berada disamping Ibu Atin. Tapi sejak 2 bulan
yang lalu neneknya Ayu meninggalkannya dan pindah kedaerah Sulaberas dan
meninggalkan Ayu karena masalah keuangan”
Danish : “Oh begitu ya terima kasih
infonya Pak RT”
Pak RT : “Sama-Sama”
Akhirnya pada pukul 2 siang THE SHIELD berdiskusi untuk menangkap
Ustadzh Habl karena dianggap sebagai dalang sekte aliran sesat di daerah Bina
Anggun. Tapi dicegah oleh Pak Haji Nusyir.
Danish : “Fix Habl lah dalangnya”
Rayhan : “Aku sih YES”
Shiddiq : “Tapi kita harus menyusun strategi”
H.Nusyir : “Jangan asal tangkap saja kalian
apalagi belum ada bukti”
Danish : “Pak kami telah mendapatkan bukti
yang kuat”
H.Nusyir : “Kalian jangan percaya pada Pak RT
sialan itu”
Pada setelah Shalat Ashar THE SHIELD kembali bertanya kepada Pak RT
Danish : “Apa yang terjadi antara bapak
dengan H.Nusyir?”
Pak RT :
“H.Nusyir adalah mentor dari Ustadzh Habl. Dan saya membenci Ustadzh Habl”
Danish : “Oh begitu ya terima kasih
infonya Pak RT”
Pak RT : “Sama-Sama”
Akhirnya setelah Shalat Maghrib THE SHIELD membaca surah Al-Kahfi.
Tiba-tiba mereka tidur dan ternyata mereka dibawa lari oleh Kuncoro karena
Kuncoro tahu bahwa mereka tengah diincar oleh Pak Ustadzh Habl, Pak RT dan para
warga untuk dijadikan persembahan untuk ritual pembakaran masjid dan tiba-tiba
ada kabut hitam yang membuat THE SHIELD terbawa ke sebuah ruangan gelap yang
hanya terdapat lilin dengan kondisi tangan terikat.
Rayhan : “Kita dimana ini?”
Shddiq : “Aku juga tidak tahu”
Danish : “Jangan-jangan kita ditangkap
oleh H.Nusyir”
Shiddiq : “Benar juga”
Tiba-tiba Pak RT datang menghampiri THE SHIELD
Rayhan : “YES pak RT datang”
Shiddiq : “Penyelamat telah datang”
Danish : “Pak tolong lepaskan rantai ini”
Pak RT : “Sayangnya aku hanya penjaga bukan
penyelamat”
Tiba-tiba Dimas mendapatkan insting
Dimas : “Jangan-jangan kau yang
bersengkokol dengan Ustadzh Habl dan kau menfitnah kami dengan berbagai macam
argument kepada masyarakat serta kau menfitnah H.Nusyir”
Pak RT :
“Hahahaha. Akhirnya kalian sadar juga. Iya aku bersekongkol dengan Ustadzh Habl
untuk melengserkan posisi H.Nusyir sebagai Ketua RW karna Ia menolak lamaranku
untuk meminang anaknya. Dan Iya aku menyebarkan foto ketika kalian memegang
kotak amal ketika kalian membersihkannya dan mengatakan kepada warga bahwa
kalian mencurinya. Dan mereka takkan bisa mendengarkan kalian karena mereka
dipengaruhi sihir Ustadzh yang mulia Al-Habl. Sebernarnya yang mencuri adalah
Ayu yang merupakan tentara Jin yang menyerupai wujud Ayu”
Tanpa disadari percakapan mereka didengar oleh Kuncoro
Tibalah propesi penghukuman THE SHIELD dan Pak Haji Nusyir sekaligus
prosesi pembakaran Masjid Darussalam
Ustadzh Habl :
“Wahai rakyat ku sekalian kita diberikan kesempatan oleh junjungan kita yaitu
Messiah untuk
melakukan prosesi pembakaran masjid sebagai upaya agar kita terhindar dari
ajaran sesat mereka dan sekaligus prosesi hukuman bagi para pendosa yang telah
terikat ini tapi sebelum membakar masjid maka kita akan menyiksa para pendosa
ini agar mereka inshaf dan mau mengikuti ajaran kita dan agar mereka dapat
melihat tempat ibadah yang mereka anggap suci ini menjadi abu yang nantinya
kita injak-injak”
Lalu sambil menangis Pak H.Nusyir dibakar oleh Ustadzh Habl sambil
mengucapkan beberapa mantra.
Lalu ketika ingin melakukan prosesi kepada THE SHIELD mereka meminta
izin kepada Ustadzh Habl untuk melakukan prosesi shalat isya.
Rayhan : “Apakah kami boleh meminta
sesuatu?”
Ustadzh
Habl : “Apa itu?”
Rayhan : “Kami ingin melaksanakan shalat
isya”
Ustadzh Habl :
“Silahkan”
Lalu
THE SHIELD shalat isya dengan dipukuli anggota badannya oleh Ustadzh Habl
tetapi hal itu tidak membuat mereka kesakitan
Setelah
Shalat mereka pun bersiap dieksekusi
Ustadzh Habl : “Ada lagi wahai pendosa?”
Danish : “Ada”
Ustadzh Habl : “Apa itu?”
Danish : “Kami ingin membaca al-qur’an”
Ustadzh Habl :
“Kalian shalat dan baca kitab itu pun tuhan kalian tidak dapat melindungi
kalian dari hukumanku”
Shiddiq : “Allah itu maha besar dan Ia dalah
pelindung orang beriman”
Akhirnya
THE SHIELD membacakan surah Al-Kahfi yang membuat Ustadzh Habl dan para
pengikutnya(warga) berteriak. Tiba-tiba Ustadzh Habl ditusuk menggunakan hidden
blade oleh Kuncoro yang menggenakan jaket sehingga ia tidak dikenali oleh semua
yang berada disana dan para warga pingsan karena mendengar lantunan surah
Al-Kahfi tersebut.
Akhirnya
THE SHIELD bebas dengan bantuan Kuncoro. Ayu yang Nampak jatuh pun terbakar dan
lenyap. Disitulah datanglah Ibu Atin
Ibu Atin : “Mengapa kalian membaca Al-qur’an?”
Dimas : “Untuk mengobati semua penduduk
disini”
Ibu Atin : “Ini yang kalian bilang mengobati
membuat anakku menjadi abu?”
Shiddiq : “Dia bukanlah Ayu melainkan jin
yang menyerupai Ayu”
Kuncoro : “Dia benar inilah Ayu yang
sebenarnya”
Ibu Atin : “Darimana kau mendapatkannya?”
Kuncoro : “Di rumah Ustadzh Habl dan
kondisinya seperti itu dari waktu saya mengambilnya”
Keesokkan harinya para warga yang telah terbebas dari pengaruh sihir
Habl memulangkan jasad Ayu di kuburan Ayu. Pak RT yang melihat hal itu lari dan
akhirnya tertusuk oleh Kuncoro dan hangus seketika karena bacaan surah
Al-Iklash
Setelah kejadian itu Ibu Atin rajin beribadah dan terbebas dari
pengaruh kesedihannya dimasa lalu
6 Bulan Kemudian. Di pesantren Al-Hidayah THE SHIELD bersama Ainur,
Tina, dan teman-teman Angkatannya berpisah akan tetapi THE SHIELD dan Ainur
paling lama keluar berpisah dengan pesantren tersebut karena mereka dapat
pelajaran berharga disana
Rahma : “Apa yang akan kau lakukan
setelah ini arsitek?”
Shiddiq :
“Aku dan THE SHIELD akan kembali pulang kedaerah kami dan membuat sekolah
islami. Btw apa yang akan kamu lakukan setelah ini kak Ainur?”
Rahma : “Aku akan kuliah di IAIN jurusan komunikasi dakwah Islami
dan Alhamdulillah aku lulus walaupun aku mendapatkan tawaran kuliah di STAN
tapi aku memilih kuliah di IAIN”
Danish : “Udah ngobrolnya yuk kita cabut”
Akhirnya Dimas dan Rizky berjalan duluan dan Shiddiq-Rahma berjalan belakangan
tiba-tiba Shiddiq berpapasan dengan Kuncoro yang mengenakan jaket yang sama
ketika ia menyelamatkan THE SHIELD tapi Shiddiq tidak mengenalinya. Akhirnya
THE SHIELD dan Rahma berpisah diarah yang berbeda. Kisah THE SHIELD pun di pesanten
Al-Hidayah berakhir dan Kisah THE SHIELD dalam membangkitkan ilmu islam pun
dimulai serta awal kisah Kuncoro si “Assassins” di pesantren Al-Hidayah pun
dimulai
TAMAT
- PESAN-PESAN YANG INGIN DISAMPAIKAN
- SEMUA MASALAH YANG KITA HADAPI HENDAKNYALAH KITA BERIKHTIAR DAN MENYERAHKAN SEGALANYA KEPADA ALLAH SWT
- JAGALAH AKIDAH DAN KEIMANAN DIMANA PUN BERADA
- JANGANLAH MENGAMBIL HARTA ORANG LAIN
- JANGANLAH BERBOHONG DAN MENYEBARKAN HAL-HAL YANG BELUM BENAR ADANYA
Komentar
Posting Komentar