Langsung ke konten utama

SHALAT DAN AL-QUR’AN SEBAGAI PENYELAMAT


Pada suatu kampung bernama Kampung Bina Anggun terdapat seorang Ibu yang bekerja diluar negeri bernama Atin. Ia mempunyai seorang anak perempuan bernama Ayu akan tetapi sebenarnya Ia bukanlah seorang manusia sungguhan. Hal tersebut diketahui oleh Aidil. Aidil adalah sahabat masa kecil Pak Ajis.
Aidil                : “Jis, aku ada berita tentang daerah Bina Anggun”
Pak Ajis           : “Apaan?”
Aidil                : “Ada seorang gadis aneh dan dia berkata assaamu’alaik”
Pak Ajis           : “Yang benar?”
Aidil                : “Bener Jis. Katanya dia mantan pasien Ustadzh Habl”
Pak Ajis           : “Siapa itu Ustadzh Habl?”
Aidil                : “Ia adalah terapis terkenal didaerah itu dengan pengobatan mistis”
Setelah kejadian tersebut kejadian tersebut Pak Ajis bertemu Dimas, Rizky dan Shiddiq yang kebetulan berisitrahat di pondok dekat taman
Pak Ajis           : “Assalamualaikum anak-anak”
THE SHIELD : “Walaikumussalam Pak”
Pak Ajis           : “Nish,Han,Diq kalian ada tugas baru”
Shiddiq           : “Tugas apa Pak?”
Pak Ajis           : “Kalian datangi kampung Bina Anggun untuk mencari sesuatu?”
Danish             : “Mencari apa?”
Pak Ajis           : “Kalian cari ustadzh Habl”
Danish             : “Siapa dia Ustadzh?”
Pak Ajis           : “Dia adalah terapis”
Danish             : “Apa hubungannya?”
Pak Ajis           : “Dia melakukan pengobatan dengan hal mistis”
Danish             : “Jadi disana kami harus menjadi siapa?”
Pak Ajis           : “Kalian disana berpura-pura melakukan penelitian kajian islam”
THE SHIELD : “Siap Pak”


Setelah itu Dimas, Rizky, dan Shiddiq berdiskusi mengenai misi baru mereka tersebut.
Shiddiq           : “Sepertinya aku akan berpisah dengan Rahma
Danish             : “Dasar Jomblo Ultimatum
Rayhan            : “Ehhh. Udah”
Shiddiq           : “Lagian ngapain kita nangkep tukang terapis”
Rayhan            : “Mungkin ada hubungannya dengan kelompok Ustadzh Jahl”
Danish             : “Mungkin juga sih”
Akhirnya keesokan harinya para anggota THE SHIELD berada di depan gerbang pesantren untuk memulai misi mereka akan tetapi saat mereka ingin melangkah keluar tiba-tiba Ainur datang untuk mengucapkan selamat jalan kepada THE SHIELD khususnya Shiddiq.
Rahma             : “Ddiq. Hati-hati ya”
Shiddiq           : “Kamu baik-baik ya disini urus ekstrakurikuler mu”
Rahma             : “Siap Arsitek”
Shiddiq           : “Aku pergi dulu ya kak. Assalamualaikum”
Rahma             : “Walaikumussalam”
Setelah 10 Menit THE SHIELD belum  pergi. Ainur pun bingung dan bertanya pada Shiddiq
Rahma             : “Kenapa kalian belum pergi?”
Shiddiq           : “Kami menunggu mobil GO-CAR kak”
Rahma             : “Kok pakai aplikasi Gojek nggak pakai Grab?”
Shiddiq           : “Wujud cinta produk karya anak bangsa”
Setelah 15 menit kemudian mobil yang ditunggu pun sampai dan THE SHIELD melakukan perjalanan ke daerah Bina Anggun.






Pada pukul 11.47 WIB THE SHIELD sampai pada Kampung Bina Anggun dan mulai mencari masjid terdekat untuk melepaskan penat dan bersiap untuk shalat Dzuhur.
Tiba-tiba ditengah perjalanan mereka bertemu dengan Ayu
Ayu                 : “Assaamu’alaik”
Danish             : “!?!?!?!?!?!?!?”
Rizky               : “!?!?!!?!??!?!?”
Ayu                 : “!?!!??!?!?!?!?”
Ayu                 : “Assaamu’alaik”
Danish             : “!1?!?!?!??!?!??!?”
Ayu                 : “Assaamu’alaik”
Danish             : “!1?!?!?!??!?!??!?”
Ayu                 : “Jawab OY SETAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
Shiddiq           : “Wa’alaikum”
Mereka pun meninggalkan Ayu dan tiba-tiba terjatuh dan itu disaksikan oleh Dimas. Rizky pun bertanya kepada Shiddiq mengapa ia menjawab salam gadis tersebut
Rayhan            : “Kenapa kamu jawab salam dengan ucapan yang berbeda”
Shiddiq           : “Aku pernah membaca artikel milik Rahma
Danish             : “Apa isi artikel itu?”
Shiddiq           : “Di artikel itu berisi bahwa Anas bin Malik berkata “Ada seseorangYahudi melewati Rasulullah S.A.W lalu mengucapkan Assaamu’alaik maka Rasulullah menjawab wa’alaikum
Mereka pun menemukan sebuah Masjid bernama Masjid Darussalam dimana mereka mendapati seorang pemuda. Lantas mereka bertanya kepada pemuda tersebut
Danish             : “Assalamualaikum”
Kuncoro          : “Waalaikumussalam. Ada yang bisa saya bantu?”
Danish             : “Apakah kamu penduduk sini?”
Kuncoro          : “Kalau iya kenapa?”
Danish             : “Kami bertiga ingin melakukan penelitian di daerah ini. Kami membutuhkan penduduk sini untuk menyukseskan penelitian yang kami adakan. Mungkin Mas mau ikut ambil bagian dari penelitian ini”
Kuncoro          : “Maaf nih sebelumnya aku bukannya nggak mau tapi aku gak bisa ikut kelompok kalian soalnya kalian itu cupu. Lagian juga saya bukan orang sini”
Danish             : “Lalu anda siapa?”
Kuncoro          : “Saya adalah pengendara bermotor yang kebetulan lewat”
Shiddiq           : “Anda berasal dari daerah mana?”
Kuncoro          : “Saya berasal dari daerah lain”
Shiddiq           : “Daerah lain itu dimana?”
Kuncoro          : “Kepo sekali anda. Apa hak anda untuk menanyakan hal itu?”
Danish             : “Waduh ngajak ribut loe”
Kuncoro          : “Ngapa loe? Ehhh.. Bocah Ngapak Yak?”
Danish             : “Wahhh.. ngajak ribut nih”
Rayhan            : “Udah nish sabar mas ingat marah tuh gak bagus”
Kuncoro          : “Sensi amat nih negro”
Rayhan            : “Udah nish daripada kita ngeladenin dia mending kita adzan”
Kuncoro          : “Bener juga tuh temen loe mending adzan bentar lagi Dzuhur”
Akhirnya Adzan pun dikumandangkan oleh Rayhan sementara itu Danish, Shiddiq dan pemuda tersebut mengambil wudhu. Setelah adzan selesai berkumandang datanglah Ketua RT daerah tersebut sambil menangis terharu karena dapat mendengar adzan disusul dengan Pak Haji Nusyir tetapi Pak Haji tidak menangis.




Akhirnya mereka shalat berjamaah yang dipimpin oleh Pak Haji Nusyir Setelah selesai shalat Pak Haji Nusyir dan Pemuda tersebut pergi akan tetapi Pak RT dan THE SHIELD masih berada di masjid tersebut.
Danish             : “Permisi bapak siapa ya?”
Pak RT            : “Saya ketua RT disini. Kalian ini siapa?”
Danish             : “Kami bertiga ingin melakukan penelitian di daerah ini. Kami membutuhkan penduduk sini untuk menyukseskan penelitian yang kami adakan. Mungkin bapak bisa membantu kami?
Pak RT            : “Dengan senang hati. Apa yang bisa saya bantu?”
Danish             : “Pak apakah kami diperbolehkan tinggal dimasjid ini karena kami bukan penduduk sini dan apakah Bapak tahu dimana rumah Ustadzh Habl?”
Pak RT            : “Kalian boleh tinggal dimasjid ini dan rumah Pak Ustadzh Habl ada disina
Lalu THE SHIELD menuju alamat rumah Ustadzh Habl yang diberikan oleh Pak RT. Saat sampai terlihat Ustadzh Habl menggunakan baju sorban lengkap diteras rumah dan mengucapkan salam
Ustadzh Habl  : “Assaamu’alaik”
THE SHIELD   : “Wa’alaikum”
Ustadzh Habl  : “Wow kompak sekali”
Tiba-tiba Ustadzh Habl terjatuh dan langsung muntah-muntah. Melihat hal itu THE SHIELD membantu ustadzh Habl tetapi ustadzh Habl jatuh pingsan seketika. Dan akhirnya THE SHIELD lari dan hal itu dilihat Pak RT tetapi Kuncoro yang mengenakan jaket ikut menyaksikan hal itu.







Setelah itu THE SHIELD ke masjid dan beristirahat. Tiba-tiba Pak RT datang dan menanyakan mengapa Pak Habl terjatuh
Pak RT            : “Kenapa Pak Ustadzh Habl terjatuh?”
Rayhan            : “Tadi dia mengucapkan salam dan kami menjawab salam tersebut lalu Ia jatuh”
Shiddiq           : “Pak RT apakah ada seorang gadis aneh di daerah sini?”
Pak RT            : “Ada namanya Ayu”
Danish             : “Dimana ia tinggal?
Pak RT            : “Ia tinggal sekitar 125 meter dari sini dirumah warna hitam”
Danish             : “Bersama siapa ia tinggal”
Pak RT            : “Ia dahulu dengan neneknya tapi neneknya pindah karna uang”
Danish             : “Bagaimana dengan orangtuanya?”
Pak RT            : “Ia anak yatim dan Ibunya kerja diluar negeri”
Rayhan            : “Siapa imam shalat tadi dan kenapa anda senang sekali mendengar suara adzan tadi?”
Pak RT            : “Ia adalah Pak Haji Nusyir. Alasan saya senang mendengar adzan karena saya sudah lama tidak mendengar adzan di daerah ini”
Shiddiq           : “Kenapa bisa begitu?”
Pak RT            : “Karena adzan harus dikumandangkan oleh seseorang yang sudah mendapatkan izin dari ustadzh Habl akan tetapi Ustadzh Habl jarang terlihat”
Keesokkan harinya THE SHIELD pergi ke pasar dekat Kampung Bina Anggun. Sewaktu THE SHIELD pergi uang infaq dalam kotak amal masjid dicuri oleh Ayu akan tetapi diketahui oleh Kuncoro. Kuncoro mengejar Ayu ketika hampir berhasil menangkap tiba-tiba saja Ayu menghilang.






Ketika THE SHIELD kemabli dari pasar dan melihat kotak amal sontak mereka pun bingung
Rayhan            : “Bagaimana bisa pintu masjid yang terkunci dapat terbuka?”
Danish             : “Iya apalagi kotak amal menghilang”
Shiddiq           : “Bagaimana kalau kita tanya Pak RT?”
Tiba-tiba warga datang bersama Ustadzh Habl dan langsung menggebrek mereka bertiga tanpa bertanya apa-apa lagi.
Ustadzh Habl  : “Hei kalian bocah-bocah brengsek serahkan diri kalian”
Rayhan            : “Memangnya apa salah kami apa pak?”
Ustadzh Habl  : “Jangan seperti kura-kura dalam pesawat”
Danish             : “Perahu oh dasar ustadzh gak bener”
Ustadzh Habl  : “Jaga mulutmu dasar penghuni neraka”
Shiddiq           : “Memang neraka punya anda?
Ustadzh Habl  : “Saya ini Ustadzh saya tau ciri penghuni neraka.Apa hak anda    menanyakan hal itu?
Danish             : “Kau bilang neraka hak anda Iya gitu neraka diciptakan oleh Allah SWT dan yang memiliki hak untuk menentukan yang mana penghuni surge dan neraka adalah Allah SWT semata ngerti gak loe. Ustadzh Ngapa Yak”
Ustadzh Habl  : “Para warga sekalian ikat mereka dan potong kepala mereka”
Pak RT            : “Mereka bukan pencuri”
Ustadzh Habl  : “Apa buktinya”
Pak RT            : “Mereka tadi izin sama saya mereka ingin pergi kepasar pada jam 10 pagi dan kejadiannya 10:15 pagi jadi tak mungkin mereka mencuri”
Akhirnya para warga bubar dan Ustadzh Habl pergi dengan perasaan marah. Dan THE SHIELD berterima kasih kepada Pak RT





Selepas shalat Dzuhur THE SHIELD menanyakan sesuatu pada Pak RT
Danish             : “Pak RT siapa sebenarnya Ayu dan Pak Ustadzh Habl?”
Shiddiq           : “Dan apa kaitan antara keduanya?”
Rayhan            : “Dan mengapa Pak Ustadzh Habl begitu ditakuti?”
Pak RT            : “Pak Ustadzh Habl adalah orang yang melakukan pengobatan spiritual didaeah ini. Ia dikabarkan diberi mukjizat dapat menyembuhkan orang dengan beberapa cara yang aneh tapi sembuh dan dapat membangkitkan orang yang mati serta dapat mendapatkan kesaktian berupa ilmu kebal pisau. Dan Ayu adalah salah satu pasiennya yang mendapatkan khasiat dari pengobatan”
Shiddiq           : “Apa yang ustadzh Habl lakukan pada Ayu?”
Pak RT            : “Ayu adalah anak dari Ibu Atin yang bekerja sebagai TKW di negeri melayu. Ayu adalah anak Yatim. Ayu meninggal karena suatu insiden. Ayu yang saat itu masih diasuh oleh neneknya. Karena merasa terpukul akhirnya Ibu Atin menangis terus menerus dan akhirnya Ustadzh Habl melihat hal itu dan memberikan pertolongan. Dan akhirnya Pak Ustadzh Habl dan Ibu Atin datang ke kubur Ayu dan mengucapkan beberapa mantra dan akhirnya Ayu berada disamping Ibu Atin. Tapi sejak 2 bulan yang lalu neneknya Ayu meninggalkannya dan pindah kedaerah Sulaberas dan meninggalkan Ayu karena masalah keuangan”
Danish             : “Oh begitu ya terima kasih infonya Pak RT”
Pak RT            : “Sama-Sama”






Akhirnya pada pukul 2 siang THE SHIELD berdiskusi untuk menangkap Ustadzh Habl karena dianggap sebagai dalang sekte aliran sesat di daerah Bina Anggun. Tapi dicegah oleh Pak Haji Nusyir.
Danish             : “Fix Habl lah dalangnya”
Rayhan            : “Aku sih YES”
Shiddiq           : “Tapi kita harus menyusun strategi”
H.Nusyir         : “Jangan asal tangkap saja kalian apalagi belum ada bukti”
Danish             : “Pak kami telah mendapatkan bukti yang kuat”
H.Nusyir         : “Kalian jangan percaya pada Pak RT sialan itu”
Pada setelah Shalat Ashar THE SHIELD kembali bertanya kepada Pak RT
Danish             : “Apa yang terjadi antara bapak dengan H.Nusyir?”
Pak RT            : “H.Nusyir adalah mentor dari Ustadzh Habl. Dan saya membenci Ustadzh Habl”
Danish             : “Oh begitu ya terima kasih infonya Pak RT”
Pak RT            : “Sama-Sama”
Akhirnya setelah Shalat Maghrib THE SHIELD membaca surah Al-Kahfi. Tiba-tiba mereka tidur dan ternyata mereka dibawa lari oleh Kuncoro karena Kuncoro tahu bahwa mereka tengah diincar oleh Pak Ustadzh Habl, Pak RT dan para warga untuk dijadikan persembahan untuk ritual pembakaran masjid dan tiba-tiba ada kabut hitam yang membuat THE SHIELD terbawa ke sebuah ruangan gelap yang hanya terdapat lilin dengan kondisi tangan terikat.
Rayhan            : “Kita dimana ini?”
Shddiq            : “Aku juga tidak tahu”
Danish             : “Jangan-jangan kita ditangkap oleh H.Nusyir”
Shiddiq           : “Benar juga”
Tiba-tiba Pak RT datang menghampiri THE SHIELD
Rayhan            : “YES pak RT datang”
Shiddiq           : “Penyelamat telah datang”
Danish             : “Pak tolong lepaskan rantai ini”
Pak RT            : “Sayangnya aku hanya penjaga bukan penyelamat”
Tiba-tiba Dimas mendapatkan insting
Dimas              : “Jangan-jangan kau yang bersengkokol dengan Ustadzh Habl dan kau menfitnah kami dengan berbagai macam argument kepada masyarakat serta kau menfitnah H.Nusyir”
Pak RT            : “Hahahaha. Akhirnya kalian sadar juga. Iya aku bersekongkol dengan Ustadzh Habl untuk melengserkan posisi H.Nusyir sebagai Ketua RW karna Ia menolak lamaranku untuk meminang anaknya. Dan Iya aku menyebarkan foto ketika kalian memegang kotak amal ketika kalian membersihkannya dan mengatakan kepada warga bahwa kalian mencurinya. Dan mereka takkan bisa mendengarkan kalian karena mereka dipengaruhi sihir Ustadzh yang mulia Al-Habl. Sebernarnya yang mencuri adalah Ayu yang merupakan tentara Jin yang menyerupai wujud Ayu”
Tanpa disadari percakapan mereka didengar oleh Kuncoro
Tibalah propesi penghukuman THE SHIELD dan Pak Haji Nusyir sekaligus prosesi pembakaran Masjid Darussalam
Ustadzh Habl  : “Wahai rakyat ku sekalian kita diberikan kesempatan oleh junjungan kita yaitu Messiah untuk melakukan prosesi pembakaran masjid sebagai upaya agar kita terhindar dari ajaran sesat mereka dan sekaligus prosesi hukuman bagi para pendosa yang telah terikat ini tapi sebelum membakar masjid maka kita akan menyiksa para pendosa ini agar mereka inshaf dan mau mengikuti ajaran kita dan agar mereka dapat melihat tempat ibadah yang mereka anggap suci ini menjadi abu yang nantinya kita injak-injak”
Lalu sambil menangis Pak H.Nusyir dibakar oleh Ustadzh Habl sambil mengucapkan beberapa mantra.




Lalu ketika ingin melakukan prosesi kepada THE SHIELD mereka meminta izin kepada Ustadzh Habl untuk melakukan prosesi shalat isya.
Rayhan            : “Apakah kami boleh meminta sesuatu?”
Ustadzh Habl  : “Apa itu?”
Rayhan            : “Kami ingin melaksanakan shalat isya”
Ustadzh Habl  : “Silahkan”
Lalu THE SHIELD shalat isya dengan dipukuli anggota badannya oleh Ustadzh Habl tetapi hal itu tidak membuat mereka kesakitan
Setelah Shalat mereka pun bersiap dieksekusi
Ustadzh Habl  : “Ada lagi wahai pendosa?”
Danish             : “Ada”
Ustadzh Habl  : “Apa itu?”
Danish             : “Kami ingin membaca al-qur’an”
Ustadzh Habl  : “Kalian shalat dan baca kitab itu pun tuhan kalian tidak dapat melindungi kalian dari hukumanku”
Shiddiq           : “Allah itu maha besar dan Ia dalah pelindung orang beriman”
Akhirnya THE SHIELD membacakan surah Al-Kahfi yang membuat Ustadzh Habl dan para pengikutnya(warga) berteriak. Tiba-tiba Ustadzh Habl ditusuk menggunakan hidden blade oleh Kuncoro yang menggenakan jaket sehingga ia tidak dikenali oleh semua yang berada disana dan para warga pingsan karena mendengar lantunan surah Al-Kahfi tersebut.
Akhirnya THE SHIELD bebas dengan bantuan Kuncoro. Ayu yang Nampak jatuh pun terbakar dan lenyap. Disitulah datanglah Ibu Atin
Ibu Atin          : “Mengapa kalian membaca Al-qur’an?”
Dimas              : “Untuk mengobati semua penduduk disini”
Ibu Atin          : “Ini yang kalian bilang mengobati membuat anakku menjadi abu?”
Shiddiq           : “Dia bukanlah Ayu melainkan jin yang menyerupai Ayu”
Kuncoro          : “Dia benar inilah Ayu yang sebenarnya”
Ibu Atin          : “Darimana kau mendapatkannya?”
Kuncoro          : “Di rumah Ustadzh Habl dan kondisinya seperti itu dari waktu saya mengambilnya”
Keesokkan harinya para warga yang telah terbebas dari pengaruh sihir Habl memulangkan jasad Ayu di kuburan Ayu. Pak RT yang melihat hal itu lari dan akhirnya tertusuk oleh Kuncoro dan hangus seketika karena bacaan surah Al-Iklash
Setelah kejadian itu Ibu Atin rajin beribadah dan terbebas dari pengaruh kesedihannya dimasa lalu
6 Bulan Kemudian. Di pesantren Al-Hidayah THE SHIELD bersama Ainur, Tina, dan teman-teman Angkatannya berpisah akan tetapi THE SHIELD dan Ainur paling lama keluar berpisah dengan pesantren tersebut karena mereka dapat pelajaran berharga disana
Rahma             : “Apa yang akan kau lakukan setelah ini arsitek?”
Shiddiq           : “Aku dan THE SHIELD akan kembali pulang kedaerah kami dan membuat sekolah islami. Btw apa yang akan kamu lakukan setelah ini kak Ainur?”
Rahma             : “Aku akan kuliah di IAIN jurusan komunikasi dakwah Islami dan Alhamdulillah aku lulus walaupun aku mendapatkan tawaran kuliah di STAN tapi aku memilih kuliah di IAIN”
Danish             : “Udah ngobrolnya yuk kita cabut”
Akhirnya Dimas dan Rizky berjalan duluan dan Shiddiq-Rahma berjalan belakangan tiba-tiba Shiddiq berpapasan dengan Kuncoro yang mengenakan jaket yang sama ketika ia menyelamatkan THE SHIELD tapi Shiddiq tidak mengenalinya. Akhirnya THE SHIELD dan Rahma berpisah diarah yang berbeda. Kisah THE SHIELD pun di pesanten Al-Hidayah berakhir dan Kisah THE SHIELD dalam membangkitkan ilmu islam pun dimulai serta awal kisah Kuncoro si “Assassins” di pesantren Al-Hidayah pun dimulai
TAMAT



  1. PESAN-PESAN YANG INGIN DISAMPAIKAN
  2.  SEMUA MASALAH YANG KITA HADAPI HENDAKNYALAH KITA BERIKHTIAR DAN MENYERAHKAN SEGALANYA KEPADA ALLAH SWT
  3.  JAGALAH AKIDAH DAN KEIMANAN DIMANA PUN BERADA
  4.  JANGANLAH MENGAMBIL HARTA ORANG LAIN
  5.  JANGANLAH BERBOHONG DAN MENYEBARKAN HAL-HAL YANG BELUM BENAR ADANYA


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesam Ali Bin Abi Thalib

Pada zaman dahulu, Ali Bin Abi Thalib pernah memprediksi suatu kejadian di masa yang akan datang. Dan berikut ini adalah beberapa ucapan Khalifah yang sudah terjadi saat ini. Sumber : kabar-manten.com 1. Banyak Orang Baik Tapi Tak Berakal 2. Banyak Orang Fasih Berbicara Tapi Perbuatannya Lali 3. Ada Wanita 'Nakal' Tapi Menjadi Publik Figur 4. Banyak Ulama Tapi Tidak Bisa Memberikan Tauladan Yang Baik 5. Banyak Orang Bodoh Yang Tak Tau Diri 6. Ada Orang Tertawa Tapi Hatinya Berkarat 7. Dan Keimanan Yang Hanya Ada Dalam Pikiran Bukan Dalam Hati Sanubari

Pesan Malaikat Jibril

Malaikat Jibril alaihissalam datang kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam lalu berbicara kepada beliau dalam konteks beliau sebagai salah seorang hamba dari hamba-hamba ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala. Dengan demikian apapun yang disampaikan Jibril alaihissalam juga berlaku untuk semua hamba ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala. Jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam saja dinasehati dan diingatkan, maka bagaimana dengan manusia selain beliau?! Tentunya mereka lebih membutuhkan nasehat dan peringatan, mereka tidak bisa lepas dari keduanya. Dari Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, أَتَانِيْ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ ، ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُهٗ بِاللَّيْلِ ، وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ "Jibril mendatangi...

Kisah Kejujuran

Kisah Kejujuran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Ketika Dirampok Ketika Syekh Abdul Qadir Al-Jailani masih kecil, ia sudah banyak belajar tentang ilmu agama. Suatu ketika Abdul Qadir kecil meminta izin kepada ibunya untuk pergi ke kota Baghdad (sekarang masuk dalam wilayah irak). Ia berkeinginan untuk mengunjungi rumah orang-orang saleh dan alim di sana serta menimba Ilmu sebanyak-banyaknya dari mereka. Sang ibu memberi izin dan merestui keinginannya. Sebelum Abdul Qadir berangkat, ibunya memberikan uang sebanyak 40 dinar sebagai bekal perjalanan. Uang itu sengaja disimpan di saku yang dibuat khusus di bawah ketiak bajunya agar aman. Ibunya juga tak lupa untuk berpesan agar ia senantiasa berkata jujur dalam setiap keadaan, baik keadaan sulit maupun senang. Ia memperhatikan betul nasehat dan pesan ibunya, kemudian ia keluar dengan mengucapkan salam. Ibunya berkata "pergilah nak, aku telah menitipkan keselamatanmu kepada Allah, agar kamu mendapatkan pemeliharaan dari-Nya". kecilp...